Cari Blog Ini

Memuat...

ad sense

Rabu, 02 Juni 2010

Tips beternak bawal yg mudah dan murah

Pemberian pakan pada bibit bawal, sebaiknya menggunakan pakan-pakan alami. Apalagi jika bawal masihseukuran di bawah 1 inchi hingga ukuran 3cm. Pakan alami yang didapat dapat berupa kutu air maupun plankton. Plankton sendiri ada dua jenis, yaitu plankton yang berupa tanaman maupun plankton yang berupa hewan.
Sebenarnya plankton sudah tersedia secara alami di setiap aliran sungai, tapi untuk kebutuhan budidaya ikan, ada baiknya plankton lebih diperkaya, terutama perkembangbiakanya di kolam ikan.
Untuk mengembang-biakkan plankton ada beberapa cara, namun pada intinya adalah memperkaya usur hara pada tanah dan air, sehingga plankton lebih cepat berkembang biak.

KEMBANG BIAK PAKAN ALAMI
1 . Cara pertama adalah dengan mengeringkan kolam, mengangkat sisa kotoran di dalam kolam yg berupa lumpur dan kotoran ikan dari pemeliharaan yg sebelumnya, biarkan sampai tanah benar-benar kering (sekitar 3hari). Pengeringan ini juga berfungsi untuk membunuh bakteri dan jamur yg merugikan.
Kemudian ditaburi kapur sebagai pengatur PH, dan juga pupuk kandang. Pupuk kandang sebaiknya menggunakan yg sudah matang atau sudah tidak mengeluarkan gas. Setelah itu alirkan air hingga ketinggian 15cm, dan diamkan sampai air berwarna kehijauan tanda plankton sudah berkembang biak dengan baik. Proses ini memerlukan waktu selama 1 minggu. Setelah air berwarna hijau, kolam bisa di isi hingga ketinggian maksimal . dan bibit telah siap ditebar.

2. Cara yg kedua adalah dengan menggunakan pupuk organik seperti produk dari NASA maupun INDMIRA. Pilihlah pupuk organik yang berfungsi meningkatkan unsur hara tanah. Kemudian setelah proses pengeringan tanah, air bisa dialiri hingga 15cm dan dicampur dengan pupuk organik tersebut.
Setelah 1 minggu plankton akan berkembang biak ditandai dengan berubahnya warna air menjadi kehijauan. Selanjutnya kolam bisa diisi air hingga penuh dan bibit siap ditebar.

Penggunaan pupuk organik lebih menguntungkan baik dari segi harga, waktu dan tenaga juga resiko timbulnya predator alami yaitu larva capung.
Jika anda menggunakan pupuk kandang sebagai media pengembangan plankton maka resiko yang di dapat adalah ikut berkembang biaknya larva capung yang menjadi predator alami dari ikan kecil. Oleh karena itu saya lebih meyarankan untuk menggunakan pupuk organik.

Setelah kolam kita kaya dengan plankton, sebenarnya kita tidak perlu lagi memberi pakan pelet bagi bibit ikan bawal tadi. Dari mulai ukuran 2,5cm (1 inchi) pada saat bibit dimasukkan kedalam kolam, maka pemberian pelet pertama kali adalah setelah 35 hari. Tapi secara berkala (10hr) kita memberikan pupuk organik tersebut ke dalam kolam sebagai media pertumbuhan plankton. Sebab jika pertumbuhan plankton lebih lambat dari pada penyusutan akibat dimakan oleh bibit ikan maka ikan nantinya akan kekurangan makan dan pertumbuhannya melambat.

PEMBERIAN PAKAN PELET
Tetapi pemberian pelet juga tetap bisa dilakukan untuk memacu pertumbuhan bibit. Karena pada pelet terkandung protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bibit. Pelet yang digunakan tidak harus pelet dengan kandungan protein 30% atau lebih seperti pada ikan lele.
Pada pertumbuhan ikan bawal, pelet dengan kandungan 15% sudah mencukupi untuk pertumbuhan normal ikan bawal. Dan sebaiknya ukuran pelet disesuaikan dengan ukuran mulut ikan.
Jika ikan masih seukuran kuku, pelet yang diberikan adalah pelet ukuran 1mm, seteleh ukuran jempol dapat diberikan pelet ukuran 2mm, begitu seterusnya.
Pemberian pelet yang benar adalah tidak ditebar langsung, tetapi di beri air terlebih dahulu, diamkan selama 2-3menit baru kemudian ditebar. Hal ini mencegah luka pada mulut ikan karena terkena pelet yang masih keras.

Pemberian pelet pada kolam yang sudah kaya plankton cukup dilakukan 3-5 hari sekali dengan jumlah 3-5% dari total bobot ikan.
Misalkan bibit ikan anda 10.000ekor, dengan berat total 25kg, maka pelet yang diberikan adalah

25kg x 5% = 1,25kg

Pelet sebanyak itu sebaiknya ditebarkan 2x pagi dan sore. Jadi pada sekali tebar 0.7kg. jika kita member pelet 5hr sekali maka hingga umur 35 hr kita hanya memberi 7x pellet. Sejumlah 7 x 1,25 = 8,75kg.
Kemudian setelah ikan berukuran 3-5cm, pemberian pelet bisa ditingkatkan menjadi makanan pokoknya dan plankton sebagai makanan tambahan.
Karena pelet diberikan setiap hari maka pemberian pelet bisa dikurangi menjadi 3% dari total bobot ikan. Untuk itu kita harus mengetahui total bobot ikan di kolam kita. Ambil beberapa ikan sebagai sample, kemudian timbang, sehingga kita bisa menghitung total bobot ikan yang ada di kolam

Misal 10.000ekor ukuran 3-5cm bobot totalnya adalah 40kg, maka pemberian pellet per harinya adalah 1,2kg dan itu bisa dibagi menjadi 3x tebar (pagi siang dan malam). Tapi jika kita melihat pada fungsi ekonominya, ada baiknya pemberian pelet ditekan se-optimal mungkin.

PAKAN ALTERNATIF DAN TAMBAHAN
Pemberian pelet cukup 1 kg perhari (dibagi 3x tebar), sehingga untuk waktu 1 bulan kita hanya menghabiskan 1 sak pellet (30kg). kekurangan 0,2 kg perhari harus diganti dengan bahan makanan lain yang nilainya lebih rendah dari harga pellet. Misalnya serangga, bekicot, cacing dan daun daunan.


TIPS untuk mendapatkan serangga mudah: cukup memberikan lampu 5-10 watt di atas kolam, nyalakan saat hari petang hingga pagi hari,

Untuk mendapatkan bekicot dan cacing sebenarnya mudah karena bisa dikembang biakkan sendiri dengan media yang mudah, murah dan tidak memakan tempat yang besar.
Untuk daun-daunan, bisa dipilih jenis daun ketela, pepaya, turi, jenis-jenis daun talas yang mudah didapat maupun bisa ditanam di sekitar kolam.

Kemudian saat ikan berumur 65hr (2bulan) ukuran korek plus 7-9cm, kembali dilakukan penimbangan sample untuk mendapatkan total berat ikan.
Misal 10.000 ekor ukuran 7-9cm bobot totalnya adalah 135kg maka pemberian pakan perharinya adalah 4kg. namun kita bisa menekan jumlah pellet hingga 2kg /hari.
Kekurangan 2 kg yang lain didapat dari daun-daunan yang mulai bisa lebih diperbanyak, dan pembelian ikan kering atau rucah yang harga / kg nya lebih murah dari pelet. Atau bisa juga diberikan jerohan ayam, darah ayam ato sapi, daging expired, atau sisa makanan restoran. Tetapi pemberian pakan-pakan alternatif ini harus dikontrol, tidak boleh melebihi 30% dari jumlah pakan yang diberikan. Karena daya serap ikan terhadap makanan-makanan ini tidak lebih dari 30%, dan juga jika kelabihan maka pembusukan yang terjadi di dalam kolam akan menjadi racun bagi ikan itu sendiri. Jadi pemberian ikan rucah/ jerohan perharinya tidak boleh lebih dari 30% x 4kg = 1,2kg

Idealnya adalah 2kg pelet, 1 kg jerohan (atau yang lain) dan 1 keranjang besar daun2an. Jadi untuk 30 hari berikutnya kita hanya menghabiskan 2 sak pellet (60kg) dan 30kg ikan rucah/jerohan

Hari ke 95 (bulan ke 3)
Ikan dengan pertumbuhan optimal akan mencapai ukuran 3,5 – 4 jari atau 1kg isi 25-30 ekor. Berarti bobot total 10.000ekor adalah 400kg. dan pemberian pellet perhari adalah 12 kg. untuk menekan harga kita bisa memberikan pellet sejumlah 6 kg, dan kekurangan dari pellet tersebut ditutup dengan pakan tambahan berupa daun-daunan dan ikan rucah.
Tetapi akan lebih baik jika kita bisa membuat sendiri pelet, karena harga akan bisa ditekan hingga optimal. Bahan-bahan untuk membuat pelet sebenarnya tidak terlalu susah didapat, karena bisa disesuaikan dengan keadaan daerah masing-masing.

Pada posting selanjutnya saya akan membahas bagaimana membuat pelet sendiri dengan
bahan baku yang tersedia di sekitar kita.

Pada bulan ke empat ukuran ikan yang baik telah mencapai 1kg isi 8-10ekor, pada masa ini sebenarnya ikan sudah mulai bisa dikatakan sebagi ukuran konsumsi, namun ada beberapa daerah yang menginginkan bobot konsumsi bawal pada 1kg isi 3-4ekor.
Jika bobot kansumsi yang di inginkan adalah 3-4ekor /kg , maka kita akan menambah 15-20 hari lagi untuk pembesaran. Dengan kebutuhan pakan tetap 6 kg pellet perhari ditambah pakan tambahan 6kg dan daun-daunan yang semakin diperbanyak.